Merobohkan Dinding Quadran

Tulisan ini adalah gambaran ekspresi yang selama ini mengganjal di benak saya…

Dulu waktu saya masih dijakarta, saya sering mendengarkan siaran radio FM yang fokus memberikan penyiaran bisnis termasuk motivasi-motivasi dari motivator terkenal seperti Tung Desem Waringin, Bong Chandra, dan lain-lain… awal-awal saya terkesan dengan gagasan motivasi mereka, namun lama-lama mulai merasa jenuh, saya merasa ada yang hilang dengan gagasan-gagasan hebat mereka tentang kesuksesan serta nilai tujuan yang ditawarkan di dalam inti motivasi mereka… kira-kira inti utama yang membuat saya kurang sepakat terhadap kebanyakan motivasi bisnis mereka adalah: uang adalah satu-satunya indikator kesuksesan, bahkan seakan-akan mereka memberi motivasi untuk hidup segala-galanya untuk tujuan kekayaan.

Kemudian saya mulai pindah satu siaran yang ditayangkan setiap Kamis pagi yang dibawakan oleh Bapak Muhammad Safi’ie Antonius (seorang pakar perbankan syari’ah) tentang perbangkan Syari’ah yang sepertinya lebih melegakan kehausan saya akan gagasan motivasi bisnis yang seimbang, beliau sering memberikan gambaran tentang sektor riil serta gagasan tentang sikap waspada terhadap inflasi, serta memberikan satu contoh tentang Bank greementdi srilanka yang mirip sekali dengan konsep koperasi usaha di Indonesia…

Waktu itu saya juga mulai berkenalan dengan beberapa ragam investasi, seperti saham, deposito, bahkan sukuk, dan emas dinar… berselancar di dunia maya, akhirnya saya mulai mencari wawasan tentang pentingnya pengelolaan keuangan dengan baik… terutama ketika saya mulai membaca tentang perbedaan ekonomi syari’ah dengan gagasan sektor riilnya, terhadap ekonomi konvensional yang berbasis kapitalisme… juga ketika mulai memahami sebab-sebab inflasi yang menjadi ciri khas kapitalisme global… saya mulai sadar, berada di posisi manakah para motivator-motivator bisnis yang telah saya ceritakan di atas.

Disamping itu saya juga membaca tulisan-tulisan Muhammad Iqbal di http://www.geraidinar.com, terutama artikel ini, mulailah saya semakin yakin akan pentingnya emas sebagai investasi maupun tabungan jangka panjang… Salah satu yang menarik dari tulisan M. Iqbal tersebut adalah statement berikut:

Tembok-tembok tersebut oleh Robert Kiyosaki digambarkannya sebagai kwadran, Anda harus bisa pindah kwadran menjadi entrepreneur atau bahkan investor – agar Anda tidak termiskinkan oleh system kapitalisme global. Pemikiran Robert Kiyosaki dalam berbagai bukunya yang selalu best seller ini memukau jutaan orang di dunia yag mendadak rame-rame pingin pindah kwadran.

Selain investasi-investasi yang dimaksud oleh Robert Kiyosaki penuh dengan unsur ribanya, ada yang lebih mendasar dari itu. Robert Kiyosaki mengajari kita untuk bisa kaya sendirian tetapi tidak pernah mengajak kita untuk memakmurkan sesama. Islam mengajarkan kita untuk makmur bersama-sama, bahkan tidak dikatakan beriman bila kita kenyang sendirian sedangkan tetangga kita pada  kelaparan.

cukup membuat saya semakin membuka pandangan bahwa para motivator bisnis hanya memberikan motivasi-motivasi parsial yang hanya baik untuk kemakmuran sesaat… dan sebaliknya semakin kagum dengan basis ekonomi sektor riil yang syari’atkan Allah Swt. melalui Rasul-Nya Muhammad Saw, ternyata ekonomi Islam telah mengantisipasi hal-hal seperti inflasi, problem kemiskinan, serta antisipasi terhadap krisis moneter global dalam bentuk gagasan preventif yang sangat sederhana dan seimbang, yaitu zakat, sektor riil, haramnya riba, dan lain sebagainya.

Akhirnya, semakin saya yakin akan luasnya makna ayat ini:

Allah menghendaki kemudahan bagimudan tidak menghendaki kesukaran bagimu” [Al-Baqarah:185]

Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s