Debat Kusir: Menggugat Penemuan Bukti Adanya Tuhan!

Inilah debat panas tentang bukti ada atau tidaknya Tuhan. Pastikan anda tidak lemah jantan jika ingin menyaksikan saling hujat diantara mereka. Seru dan menegangkan. Karena debat ini berlangsung sangat lama maka saya hanya akan menampilkan cuplikan terpanas saja dari hasil perdebatan mereka.

Inilah debat panas tentang bukti ada atau tidaknya Tuhan. Pastikan anda tidak lemah jantan jika ingin menyaksikan saling hujat diantara mereka. Seru dan menegangkan. Karena debat ini berlangsung sangat lama maka saya hanya akan menampilkan cuplikan terpanas saja dari hasil perdebatan mereka.

Continue reading

Redenominasi dan Sanering Bagian dari Sistem Riba

(artikel dari: http://www.dinarfirst.org/?option=com_content&view=article&id=60:Redenominasi+dan+Sanering+Bagian+Sistem+Riba)

Ilmu ekonomi ribawi menyebutkan bahwa redenominasi itu berbeda dengan sanering. Jika redenominasi itu adalah pemotongan angka uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilainya. Sedangkan sanering adalah pemotongan nilai uang menjadi lebih kecil dan mengubah nilainya.

Dalam redenominasi, rp 10.000 dipotong menjadi rp 10, dengan harga barang yang semula rp 10.000 juga berubah menjadi seharga rp 10. Fisik kertasnya tidak digunting sebagaimana yang dilakukan di program sanering.

Berbeda dengan sanering yang secara fisik kertasnya dipotong atau digunting. Dimana rp 10.000 dipotong menjadi rp 10, sehingga dengan demikian harga barang yang semula rp 10.000 belum tentu berubah menjadi seharga rp 10.

Continue reading

Starter Kit!

Dengan nama-Mu, kasih-Mu, sayang-Mu.

Salam untuk Semua, untuk kemurahan-Nya, serta untuk anugerah-Nya.

Apa Kabar Dunia!!!

Hari ini (2007/10/05) adalah pertama kali wujud komitmen untuk berusaha menuangkan ide di dalam virtual-diary atau dengan kata populer “Blog”, setelah sekian lama memendam semua ide, pikiran, pemahaman, dan renungan-renungan di setiap kesempatan, serta di setiap usaha untuk menemukan intisari dan arti kehidupan yang terus berjalan tiada henti.

Melalui tulisan pertama ini, mudah-mudahan hasil perenungan selama ini bisa dilibatkan dalam alur dialektika ide. Sungguh, dari sekian benang merah yang telah terurai maupun terjalin, tidak akan ada artinya kalaulah hanya diam dan membeku di dalam benak seorang Lukluk saja.

Wahai Rabb, jikalau Engkau melihat pantas ciptaan-Mu ini untuk mengadu, maka inilah salah satu langkah daku menunaikan sedikit dari sekian amanat-Mu, betapapun itu sangat tidak layak dibanding Karunia-Mu yang tidak mungkin daku kenali sepenuhnya.

Akhir kata, semoga rekan-rekan yang menyimak bisa menuai manfaat dari tulisan-tulisan ini.

Salam untuk Semua, untuk kemurahan-Nya, serta untuk anugerah-Nya.

–Lukluk