“Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim, wa tukallimunaa aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” (Yaasiin:65)
Banyak orang meragukan arti mendalam dari ayat di atas, terutama yang mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, padahal menurut pengalaman (fakta empiris) tidak mungkin tangan “berbicara” apalai kaki “bersaksi”? tentu saja terutama kalau menggunakan makna tekstual.